Posted in Bebas, Sastra

Nelangsa

image

Bismillah

Ilmu pengetahuan sastra telah melahirkan banyak kata-kata yang masih awam ditelinga pendengar. Artikel kali ini secara singkat tentang arti kata Nelangsa dengan sedikit catatan kaki.

Jika saya jabarkan pendapat maka Nelangsa adalah sebuah kondisi yang membuat serba salah untuk melakukan sesuatu, seperti sedang berjalan kearah yang tidak sesuai dengan harapan karena dapat membuat kebingungan untuk harus berbuat apa. Sehingga akan merasakan kondisi kekosongan waktu, tempat dan perasaan.

Untuk lebih detailnya, berikut saya lampirkan petikan kata Nelangsa dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer[*] : “Apa yang kurasakan sekarang ini adalah apa yang nenek moyangku menamainya NELANGSA, yaitu perasaan sebatang kara di tengah sesamanya yang sudah menjadi lain daripada dirinya, dimana panas matahari ditanggung semua orang, tetapi panas hati ditanggung seorang diri.”

Semoga bermanfaat.

Catatan kaki :

[*] Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer adalah buku pertama dari empat novel yang berdiri sendiri. Novel dalam kuartet Buru ini meliputi Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Keempatnya dihasilkan oleh Pramoedya Ananta Toer sewaktu dalam tahanan buangan di Pulau Buru. Melalui tetralogi Buru inilah Pramoedya Ananta Toer berkali-kali dicalonkan sebagai peraih Nobel Sastra.

Bumi Manusia sendiri novel yang oleh adikalangan dianggap sebagai karya terbaik dari Pramoedya Ananta Toer ini mulai ditulis pada tahun 1975 secara sembunyi-sembunyi, dan diterbitkan pada tahun 1980 ketika dia dibebaskan dari Pulau Buru (kepulauan Maluku). Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia untuk kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Novel Bumi Manusia ini juga telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa. Namun kemudian pada tahun 1981, novel ini dinyatakan sebagai bacaan terlarang di Indonesia karena dituding membawa paham Marxisme-Leninisme dan Komunisme.

Beberapa kalangan menganggap novel Bumi Manusia ini justru penuh dengan pesan kemanusiaan serta pembelaannya terhadap harkat dan martabat manusia. Bumi Manusia murni dari gambaran segi-segi kehidupan bangsa terjajah beserta segelintir manusianya yang mencoba meretas kesadaran pentingnya menuntut ilmu untuk kemajuan kehidupan bangsanya.

Wallahu a’lam.

Posted from WordPress for Android

Author:

di blog ini tempatku berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s