Posted in Bebas, Perihal

Air Hujan

image

Bismillah

Semalam saat saya kehujanan pulang ke rumah, saya pun mencoba mengumpulkan berbagai sumber untuk membuat artikel tentang hujan ini. Karena bagi saya, sangat jarang seorang blogger menulis perihal hujan.

Mungkin Anda (pembaca artikel pada blog ini) termasuk yang membenarkan teori yang mengatakan bahwa air hujan berasal dari uap air yang menguap dari air laut. Yup, inilah yang sedikit saya ulas, yakni perihal air hujan, bahkan banyak di antara manusia yang tidak suka (mencaci maki) saat terjadi hujan.

Perlu Anda ketahui bahwa hujan adalah suatu proses kondensasi*[1] uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan tempat kita berpijak. Hujan juga merupakan sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, serta berguna juga untuk pembangkit listrik hidroelektrik dan untuk mengairi irigasi.

Air sendiri merupakan senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang kita ketahui sampai saat ini, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an :

“dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (al-Anbiya’ : 30)

Selain itu air menutupi sekitar 71% permukaan yang ada di bumi yakni tersebar disebagian besar wilayah terutama lautan dan air terdapat pula pada lapisan-lapisan es di kutub dan di puncak-puncak gunung.

Sebagaimana yang Anda ketahui melalui ilmu pengetahuan yang ada di sekolah-sekolah, bahwa pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan salah satu proses siklus air. Yang mana dalam hal ini telah terjadi penguapan (evaporasi) terhadap air dimana perubahan molekul zat cair menjadi gas (uap air).

Uap air diatas jika berkumpul dengan kepadatan tertentu akan membentuk awan tipis yang berangsur-angsur bisa menjadi lebih padat dan jika sudah benar-benar padat dan terkena udara dingin akan menjadi titik-titik hujan.

Pertanyaannya, benarkah hal tersebut diatas?

Untuk menjawab hal tersebut, saya mengutip firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an :

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum. Kaliankah yang menurunkannya
dari awan atau Kamikah yang menurunkannya?” (al-Waqi’ah : 68-69).

“Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah”. (an-Naba’ : 14).

“dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji”. (asy-Syuura : 28).

“Maka engkau pun melihat hujan keluar dari celah-celahnya”. (an-Nur : 43).

Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu’ al-Fatawa (24/262) bahwa hujan yang turun diciptakan oleh Allah di angkasa dari awan. Dari awan itulah hujan tercurah. Substansi (zat) asal air hujan terkadang diciptakan dari udara yang ada di angkasa dan terkadang diciptakan dari uap air yang menguap dari bumi. Inilah yang disebutkan oleh ulama muslimin dan ahli filsafat pun sependapat dengan ini.

Bagaimana sikap kita jika terjadi hujan?

Jawabnya termaktub dalam hadist berikut :

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan Allahumma shoyyiban nafi’an – artinya Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. (HR. Bukhari no. 1032, Ahmad no. 24190, dan An-Nasa’i no. 1523).

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari – artinya Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”. (HR. Bukhari no. 1014).

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata “Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian? Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan”. (HR. Muslim no. 898).

Wallahu a’lam.

Catatan kaki :

[1] Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan.

Author:

di blog ini tempatku berbagi

7 thoughts on “Air Hujan

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Artikel Saku…

    Menyebut tentang hujan, banyak hal yang kita harus ingat dan mengambil iktibar.
    Hujan bukan sekadar memberi hidup kepada manusia atas izin Allah swt. tetapi juga bisa memudharat kepada mereka.

    Selain itu, hujan juga merupakan tentera Allah untuk memerangi manusia yang ingkar kepada perintah-NYA seperti yang pernah berlaku kepada kaum Nabi Nuh, tsunami, dalam perang Yarmuk dan banyak lagi pertolongan Allah kepada tentera Islam dan umatnya di ketika berlakukan masa kritikal di medan perang.

    Oleh itu, mari kita bersyukur atas kurnia hujan dan redha jika ada musinah didatangkan melaluinya berakibat dari perbuatan manusia sendiri.

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Terimakasih atas kunjungannya dan salam kenal juga.
    Hujan selalu membawa berkah bagi umat manusia, namun jika berlebihan akan membawa petaka dan derita. Saya punya banyak cerita bersama hujan. Sedih dan bahagia. Sedih saat saya harus berpisah dengan teman-teman seangkatan saat hujan rintik-rintik mulai turun. Bahagia karena hujan membawa kedamaian saat saya gundah dan yang terinndah, hujan itu selalu mengingatkan saya dengan kampung halaman saat hujan begitu derasnya.
    Terimakasih untuk artikelnya, semoga artikel ini dapat membuat kita semakin mensyukuri nikmat Alloh Swt. Amien….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s