Posted in Android, Teknologi, Tips

Seberapa Penting Aplikasi Task Killer pada Android?

image

Bismillah..

Sering kali dijumpai banyak pertanyaan diberbagai forum Android yang membuat suatu kesalahpahaman tentang aplikasi Task Killer untuk optimalisasi smartphone Android. Nah, disini muncul pertanyaan, seberapa pentingkah aplikasi ini pada smartphone Android Anda? Yuk baca terus artikel ini.

Sering terbersit dibenak para pengguna smartphone Android yakni aplikasi Task Killer apa yang bagus buat smartphone Android? Apakah aplikasi Task killer yang berbayar dan mempunyai rating tinggi di Play Store serta jumlah downloadnya juga banyak adalah yang paling bagus? Atau malah aplikasi Task Killer gratisan yang lebih baik? Well, penilaian itu saya kembalikan kepada Anda pembaca artikel ini.

Seperti layaknya suatu pertanyaan di media massa online kebanyakan, pasti ada yg pro dan ada yang kontra dengan pertanyaan saya diatas, untuk itu yuk luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca artikel sederhana ini tentang seberapa penting peran aplikasi Task Killer ini menurut logika kerja Operating System Android itu sendiri.

Sebelum membahas lebih jauh, perlu saya ingatkan bahwa aplikasi Task Killer yang saya bahas di artikel ini merupakan aplikasi dari pihak ketiga (yang biasa di install melalui Play Store) dan bukan Task Manager bawaan dari Stock ROM, karena walaupun ada beberapa persamaan antara yang default dengan dari pihak ketiga namun tetap saja terdapat beberapa perbedaan yang signifikan.

Untuk Task Manager (contoh pada produk Android Samsung Galaxy series) dari default biasa, Samsung telah memikirkan lebih lanjut untuk pemasangan dan fungsi Task Manager tersebut berbeda dengan aplikasi Task Killer dari pihak ketiga pada umumnya.

Cara Kerja Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi yang multitasking[1]. Android bekerja dengan ethos metodologi yang tidak meng-kill suatu task. Pembuat sistem operasi Android ini dengan sengaja meninggalkan fungsi meng-kill task untuk menutup aplikasi yang sedang berjalan. Mereka (para desainer Android) memutuskan melakukan hal ini dengan dasar bahwa penggunaan ponsel akan berulang-ulang mem-proses suatu task dan akan sering berinteraksi dengan berbagai macam aplikasi sepanjang hari.

Apakah proses itu?

Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh satu atau lebih banyak aplikasi dalam satu perangkat genggam. Ketika Anda sedang berinteraksi dengan sebuah aplikasi yang benar-benar melakukan sesuatu proses, misalnya posting pesan ke facebook/twitter, upload gambar ke instagram atau sinkronisasi email yang masuk ke akun gmail Anda, maka ini adalah suatu proses. Penting untuk Anda pembaca artikel ini catat bahwa hanya karena proses tersebut berlangsung saat itu, bukan berarti task tersebut sedang bekerja pada sistem. Dengan kata lain, lebih mudah untuk mengatakan bahwa proses ini dalam keadaan idle atau dalam mode siaga.

Apakah aplikasi itu?

Aplikasi adalah sesuatu yang membuat banyak penggunaan proses yang berbeda untuk menyediakan kepada pengguna smartphone dengan beberapa fitur dan fungsi yang diinginkan serta menarik. Sebagai contoh, aplikasi facebook atau aplikasi twitter. Aplikasi juga dapat idle atau dalam mode siaga tergantung apakah telah ada proses aktif saat ini atau tidak.

Apakah RAM itu?

RAM adalah singkatan dari Random Access Memory yakni memori sementara yang digunakan oleh CPU (Central Processing Unit) untuk mengakses informasi atau data-data yang diperlukan untuk menjalankan suatu ‘proses’ diatas. Semakin besar RAM pada smartphone Android yang Anda miliki, maka secara garis besar akan mempercepat kinerja sistem karena CPU dan dapat mengakses lebih banyak task pada saat yang bersamaan.

Tanya : Kalo Android merupakan sistem operasi yang multitasking, apakah tidak memerlukan aplikasi Task Killer lagi?

Jawab : Tidak ! Mengapa tidak?

Ketika Anda keluar dari sebuah aplikasi (pada kebanyakan kasus di smartphone Samsung dengan menekan softkey back) disaat itu aplikasi juga di izinkan untuk menjaga proses yang berjalan di background (true multitasking) yang memungkinkan untuk melanjutkan melakukan pekerjaan apapun lainnya yang perlu dilakukan.

Tanya : Bagaimana jika memori yang tersisa di RAM mendekati ‘low memory’, apakah itu waktunya untuk menggunakan aplikasi Task killer untuk memberikan banyak ruang kosong pada RAM?

Jawab : Tidak perlu !

Sistem operasi Android cukup pintar untuk mengenali jika ada sebuah aplikasi bekerja dengan lambat pada saat ‘low memory’, dan akan mulai untuk menutup aplikasi yang di anggap memiliki prioritas rendah dalam hal ini sistem operasi Android sudah menentukan prioritas itu dengan mendeteksi aplikasi yang jarang Anda gunakan (pada saat itu) nah ciri aplikasi seperti ini yang akan ditutup pertama kali oleh sistem.

Hal diatas belum termasuk aplikasi yang idle atau sedang mode siaga di background, misalnya aplikasi inti seperti alarm jam. Ketika Android tidak menutup aplikasi dengan sendirinya untuk membebaskan memori, maka dengan cara yang sangat pintar Android akan membuka aplikasi yang sudah ditutup, Android akan mengembalikannya seakan-akan tidak pernah ditutup sama sekali (ini sebenarnya mirip dengan apa disebut oleh IOs sebagai ‘main multitasking’).

Tanya : Apakah penggunaan Task Killer pada Android akan mempercepat kinerja smartphone dan menghemat baterai?

Jawab : tidak juga !

Aplikasi Task Killer justru melakukan sebaliknya, membuat daya tahan lama baterai smartphone Anda lebih pendek! Mari kita liat apa yang sebenarnya Anda lakukan ketika melakukan Task Killer itu sendiri.

Task Killer membuat smartphone Anda menjadi tidak stabil. Membunuh suatu proses adalah tindakan yang kurang baik karena mungkin saja proses yang di kill itu sedang digunakan oleh aplikasi lain. Hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam operating system Android itu sendiri, karena hal ini memaksa aplikasi untuk membuka kembali proses yang sudah dibunuh ‘paksa’ untuk digunakan kembali dan ini yang menyebabkan konsumsi baterai smartphone jauh lebih boros.

Tanya : Kalo begitu, tidak menjadi keharusan RAM yang besar pada smartphone Android dong?

Jawab : tergantung kebutuhan.

Sebagai contoh, bila sebuah aplikasi katakanlah membutuhkan RAM sebesar 300 MB untuk dapat berjalan dengan normal, dan dari sisi hardware, smartphone Android yang Anda miliki hanya memiliki RAM sebesar 256 MB, maka walopun semua aplikasi yang berjalan di background sudah dimatikan oleh sistem Android, namun tetap saja akan terjadi kondisi dimana aplikasi tidak dapat berjalan atau dapat berjalan dengan lambat akibat dari kekurangan RAM.

Tanya : Saya menggunakan aplikasi Task Killer pada smartphone Android dan merasakan kinerja ponsel saya jauh lebih meningkat dan lebih hemat baterai?

Jawab : hal tersebut bisa diakibatkan oleh tiga hal berikut :

1. aplikasi Task Killer mematikan aplikasi yang tidak bekerja dengan sempurna (aplikasi rusak / bad code) yang sebelumnya membuat sistem operasi Android dan CPU pada smartphone Anda bekerja sangat ekstra.

2. aplikasi Task Killer hanya mematikan aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara terus menerus !

3. hal ini hanya sugesti Anda saja.

Tanya : Tidak ada tombol keluar, apakah saya harus menggunakan Task Killer untuk mematikan aplikasi yang tidak dipakai yang berjalan di background?

Jawab : Tidak ada tombol keluar karena android dirancang untuk user yang tidak butuh menutup aplikasi. Jika aplikasi perlu ditutup, Android akan melakukannya sendiri.

Jika anda meng-install aplikasi Task Killer, sebagai contoh yang terkenal Advance Task Killer, pada aplikasi tersebut akan terlihat daftar aplikasi yang sedang aktif dan aplikasi yang sedang berjalan di ­background (aplikasi yang masih berjalan namun sudah/sedang tidak digunakan). Pada Aplikasi tersebut tertera juga sisa memori RAM (available memory) yang tidak terpakai pada smartphone Android Anda.

Jika Anda mematikan salah satu aplikasi, maka available memory akan meningkat. Anda dapat mematikan aplikasi satu persatu maupun sekaligus. Anda dapat mengaturnya agar dapat mematikan aplikasi secara otomatis pada interval waktu tertentu atau ketika layar dimatikan.

Setiap aplikasi Android yang berjalan akan ‘memakan’ memori RAM smartphone Anda. Semakin banyak aplikasi yang diaktifkan, semakin sedikit sisa memori (available memory) yang tersisa. Hal inilah yang sering disalah artikan oleh pengguna smartphone Android.

Kebanyakan dari pengguna Android berpikir semakin sedikit aplikasi yang aktif dan semakin banyak sisa memori yang tersedia, maka semakin cepat kinerja smartphone dan juga akan semakin irit baterai. Tentu hal ini tidaklah benar. Pada sistem Android, setiap aplikasi yang tidak aktif digunakan akan disimpan dalam sistem ‘memori’ telepon. Aplikasi yang disimpan dalam memori atau berjalan di background akan lebih cepat untuk di aktifkan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan. Dengan mematikan aplikasi yang berjalan di background justru akan membuat handphone mengeluarkan energi lebih banyak ketika aplikasi tersebut ingin diaktifkan kembali yang pada akhirnya justru membuat baterai menjadi boros.

Selama aplikasi tersebut tidak aktif atau tidak menggunakan CPU dan hanya menggunakan memori RAM smartphone Android Anda, maka aplikasi tersebut tidak akan membuat smartphone Anda menjadi lebih boros.

Anda juga tidak perlu khawatir kekurangan memori RAM jika sewaktu-waktu Anda ingin mengaktifkan, misalnya game HD (high definition) yang membutuhkan RAM besar, karena sistem Android akan secara otomatis mematikan aplikasi-aplikasi yang berjalan di background yang tidak diperlukan agar dapat memberikan available memory (RAM) yang lebih banyak. Artinya Anda juga tidak perlu khawatir akan ada penurunan performa smartphone jika banyak aplikasi yang berjalan di background.

Sistem kerja Android yang secara otomatis mematikan aplikasi bila diperlukan inilah yang membuat beberapa (bahkan banyak) pengembang aplikasi yang membuat aplikasi android yang tidak memiliki tombol exit.

Kondisi diatas berlaku untuk sistem operasi Android. Untuk sistem operasi lainnya, pada umumnya tidak akan secara otomatis mematikan aplikasi bila dibutuhkan RAM lebih banyak, sehingga untuk meningkatkan kinerja, pengguna harus mematikan aplikasi yang tidak terpakai.

Resiko Menggunakan Aplikasi Task Killer

Penggunaan aplikasi Task Killer memang memiliki resiko. Jika Anda tidak sengaja mematikan aplikasi yang diperlukan oleh sistem Android, maka smartphone tidak akan beroperasi sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, tanpa sengaja aplikasi push email Anda matikan dan smartphone Android Anda terliat seperti berjalan normal, namun tanpa disadari Anda tidak akan menerima notifikasi bila ada email baru yang masuk.

Namun, sebenarnya hal ini sudah di antisipasi oleh pembuat aplikasi Advance Task Killer dengan membuat pengaturan ignore list (daftar hirau) yaitu Anda dapat menentukan aplikasi mana saja yang tidak boleh dimatikan. Selain itu Advance Task Killer dapat membantu Anda untuk memilih aplikasi mana saja yang sebaiknya di masukkan dalam ignore list secara otomatis.

Kesimpulan

Sejak lama topik tentang pentingkah penggunaan Task Killer selalu menjadi perdebatan yang cukup panas dan seru pada forum-forum Android karena banyak dari pengguna Android yang saling memberi pendapat baik berdasarkan pengalaman masing-masing maupun dengan menggunakan data teknis yang mereka miliki.

Sebagian mengatakan bahwa aplikasi Task Killer sangat diperlukan, sebagian lainnya mengatakan sebaliknya. Di artikel ini saya tidak menganjurkan dan juga tidak melarang anda untuk menggunakan aplikasi Task Killer pada smartphone Android Anda dan pabila Anda merasa nyaman dan merasakan manfaat dari penggunaan aplikasi Task Killer, maka hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan.

Saran saya, jangan mengatur aplikasi Task Killer untuk secara otomatis mematikan aplikasi pada smartphone Android Anda, karena akan membuat sistem operasi Android menjadi tidak stabil. Namun, jika Anda yakin bahwa aplikasi yang akan dimatikan secara otomatis tidak akan membawa dampak apapun pada smartphone Anda, maka Anda dapat mematikan aplikasi tersebut.

Jika Anda menghendaki smartphone Anda berjalan lancar dan baterai hemat, maka lakukan 2 (dua) hal berikut :

1. Uninstall aplikasi yang tidak diperlukan.

2. Hapus file yang tidak dperlukan untuk memberi ruang pada memory smartphone.

Sekian artikel sederhana kali ini dan semoga bermanfaat.

Smartphone Just Gonna Be Smartphone In The Hand Of The Smart Person.

Wallahu a’lam.

Catatan kaki :

[1] Multitasking adalah sebuah metode yang biasanya digunakan oleh perangkat (PC, laptop, tablet, smartphone dan lainnya) untuk menjalankan “tugas ganda”. Bagaimana maksudnya? Misalnya pada sebuah smartphone, saat Anda melakukan sebuah ‘tugas’ dengan membuka aplikasi ‘A’, lalu di saat yang sama Anda juga ingin menjalankan tugas lain yang harus dilakukan dengan aplikasi ‘B’ namun Anda tidak ingin menutup aplikasi ‘A’. Jadi istilah ini mengacu pada bagaimana sebuah perangkat melakukan 2 (dua) hal atau lebih secara bersamaan dan dalam waktu bersamaan.

[sumber 1]

[sumber 2]

Author:

di blog ini tempatku berbagi

2 thoughts on “Seberapa Penting Aplikasi Task Killer pada Android?

  1. kalau saya menggunakan task killer bawaan sih gan, karena jika tidak menggunakan task killer keluar aplikasi dengan cara klik tombol back tetap aktif, misalnya browser firefox, opera, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s